Penari Ballet Professional

Darah, keringat dan air mata adalah apa yang diperlukan untuk menjadi seorang penari Ballet professional? Baca artikel lengkapnya di sini

Penari Ballet Professional: Apa Saja Yang Diperlukan?

penari-ballet-professional
Menjadi penari ballet professional memerlukan cucuran darah, keringat dan air mata

Untuk menjadi seorang penari Ballet professional, seorang penari harus mulai berlatih sejak usia 5-7 tahun. Sang penari harus berlatih minimal 3 kali seminggu dan ketika dia mencapai umur 11 tahun, dia bahkan harus berlatih selama minimal 4 jam setiap hari, 7 hari seminggu.

Hal tersebut membutuhkan tekad dan disiplin yang tinggi, apalagi bila mengingat pada usia 12 tahun ke atas, pada umumnya seorang remaja senang hang out (berkumpul bersama teman-teman) dan melakukan banyak kegiatan. Seorang penari tidak akan punya waktu untuk itu semua.

Ketika teman-teman seusianya mulai mengenal pergaulan dan cinta seorang calon penari Ballet professional menghabiskan waktunya untuk berlatih dan berlatih. Kaki lecet dan bahkan sampai berdarah, keringat yang bercucuran dan perasaan sedih karena tidak sempat untuk bergaul dengan teman-teman seusia menjadi makanan sehari-hari.

Akan tetapi semua pengorbanan itu belum tentu cukup untuk menjadikan seseorang sebagai penari Ballet professional. Masih ada banyak tantangan yang akan menentukan apakah seseorang bisa menjadi penari yang professional:

  • Tantangan physique : agar bisa mengejar status sebagai seorang professional, seorang penari harus memenuhi persyaratan fisik berupa ukuran dan bentuk anggota tubuhnya. Alasannya adalah karena Ballet menekankan pada kesempurnaan, maka (misalnya) perbedaan tinggi badan yang mencolok dapat membuat suatu pertunjukan Ballet menjadi kurang sempurna.  Karena setiap orang dilahirkan dengan keadaan fisik yang berbeda, tentunya tidak semua orang bisa memenuhi standar ini.
  • Kompetisi yang sangat ketat: ada banyak sekali penari yang ingin mengejar status professional. Hanya yang terbaik yang pada akhirnya bisa mendapatkan status itu.
  • Gaya hidup displin: untuk menjadi penari yang professional, tidak cukup hanya disiplin dalam berlatih, melainkan juga harus disiplin dalam gaya hidup. Menu makanan, waktu istirahat dan waktu berlatih harus benar-benar menjadi perhatian utama. Hal-hal yang tidak berhubungan dengan Ballet menjadi tidak penting. Seolah-olah hidupnya hanya untuk Ballet.

Lalu apakah seorang penari yang tidak memenuhi persyaratan physique, atau terlambat memulai berlatih Ballet, atau masih ingin memiliki kehidupan sosial, atau karena suatu hal lainnya, lebih baik berhenti berlatih Ballet? Tentu saja tidak!

Ada banyak manfaat bila anda terus berlatih biarpun anda tidak akan bisa atau tidak mau menjadi penari Ballet professional:

  • Latihan Ballet yang teratur akan membuat tubuh sehat dan kuat. Latihan Ballet yang teratur juga akan membentuk postur tubuh menjadi lebih bagus, sehingga seorang penari akan memiliki bentuk tubuh yang lebih bagus
  • Latihan Ballet dengan menggunakan syllabus dari Royal Academy of Dance (RAD) sangat menekankan pada penguasaan gerakan-gerakan dasar (plie, battements tendus, ronds de jambes, secara sempurna. Penari dari RAD bisa mendapat sertifikasi berstandar internasional untuk menjadi guru Ballet.
  • Pecinta Ballet juga bisa saja membuka sekolah Ballet untuk membantu calon-calon penari Ballet di Indonesia
  • Anda juga bisa mengubah hobi menjadi bisnis; yaitu dengan menjual perlengkapan untuk ballet.

Karena itu teruslah menari, karena latihan anda tidak akan sia-sia!